a place where you can read, hear, and watch my expression.. about me, my life and everything.. enjoy..

Senin, 03 November 2014

Setahun Kemarin



"Saya terima nikah dan kawinnya Esti Cahyani Adiati binti Edi Sutjahjo dengan maskawin tersebut, tunai" -Kuntha Y A (3 November 2013)

-------

Hari ini tepat 1 tahun usia pernikahan kami.

Tidak ada kue dan bunga. 

Hanya doa.

Untukmu. Untukku. Untuk kita.

Senin, 06 Januari 2014

26 is my age

"Happy birthday to me.. Happy birthday to me.. Happy birthday.. Happy birthday.. Happy birthday to me.."

Udah 26 tahun aja.
Alhamdulillah selama 26 tahun hidup di dunia, begitu banyak nikmat yang Allah berikan hingga saat ini.

Oh, I haven't tell you that I'm no longer single lady now. Dulu, kalo ada yang tanya mau nikah umur berapa? I always said that I want to get married when I am 25 years old. And, it happened. Alhamdulillah, Allah telah mempertemukan saya dengan pasangan hidup saya. And.. Welcome new responsibilities..!



Di usia yang makin berkurang ini, I just hope that I keep being a better version of me day by day. :)

Selasa, 06 Agustus 2013

Nikah Kantor

First of all.. *jengjengjeng
Insya Allah, I'll get married in next few months.

Sebelum kelupaan nih, mau cerita dikit ah tentang "Nikah Kantor". So, about 1 week ago, I went to my future husband's office to do this procedure. Buat saya yang awam tentang hal kedinasan terutama dunia militer, prosedur ini masih tergolong asing buat saya. Nah, jadi buat yang belum tahu nikah kantor itu apa, nikah kantor ini adalah istilah untuk prosedur yang harus dijalani calon pengantin yang salah satunya berasal dari instansi militer (TNI/Polri) untuk mendapatkan surat ijin/rekomendasi nikah dari instansi tersebut. Surat ijin ini adalah salah satu syarat administrasi yang harus dipenuhi untuk pendaftaran nikah di KUA.

Apa saja yang dibutuhkan untuk mengurus surat ijin ini? Ini persyaratan administrasi yang dibutuhkan:
1. Dokumen N1, N2, N4 dan PM1 WNI dari kelurahan domisili
2. SKCK calon istri dan orang tua istri
3. Fotokopi KTP dan KK calon istri dan orangtua calon istri
4. Fotokopi akte kelahiran calon istri
5. Surat keterangan bekerja dari atasan calon istri (bila bekerja)
6. Pas foto 4x6 tertulis 2 lembar, namun ternyata butuh lebih dari itu, so siapkan aja sebanyak2nya (at least 10 lembar).
Kira2 itu yang dibutuhkan selain ada beberapa form yang harus diisi yang formatnya didapatkan dari kantor secara turun temurun. Sebelum mengurus prosedur ini ke instansi yang bersangkutan, pastikan bahwa semua dokumen telah lengkap difotokopi yang banyak (at least @10 lembar) dan dokumen aslinya dibawa. Khusus untuk form yang didapatkan secara turun-temurun tadi, pastikan juga bahwa format serta nama pejabat (nama, gelar, jabatan, dll) yang tercantum pada form adalah data yang up to date. Karena, biasanya kalau tidak dicek dan ricek sebelum digandakan, kesalahan umumnya ada disini. Jangan sampai sudah digandakan banyak-banyak, eh salah. -_-'
Kalau seluruhnya sudah siap, baru deh ke kantor.

So, apa saja sih prosedur yang harus dijalani dalam proses nikah kantor ini? Perlu dicatat bahwa mungkin terdapat perbedaan prosedur di tiap-tiap kesatuan, ini adalah gambaran prosedur nikah kantor yang saya alami di Mabes AU.
1. Tes Kesehatan : Banyak desas-desus yang beredar mengenai tes kesehatan yang harus dijalani. Ternyata yang saya alami hanya tes kehamilan saja, menggunakan test pack.
2. Menghadap ke beberapa pejabat berwenang : Terdapat beberapa pejabat di beberapa bagian yang harus kita temui sebelum akhirnya mendapatkan surat ijin menikah. Akan saya ceritakan sedikit tentang bagian yang perlu perhatian khusus.
- INTEL: kami diberi satu bundel form yang harus diisi mengenai latar belakang diri semacam form biodata tapi isinya lengkap dan terperinci. Form ini harus ditulis tangan pada saat itu juga. Bagian ini bakal bikin tangan keriting. Hehe. Karena tujuannya untuk Security Clearance, makanya kita harus mengisi data selengkap2nya.
- BINTAL: Setelah kita mendapatkan hasil tes kesehatan, menghadap serta mendapatkan tandatangan dari beberapa pejabat yang bersangkutan, kita akan menghadap ke bagian ini untuk diberi pembekalan khususnya mengenai agama. Akan ada banyak pertanyaan disini, mulai dari apakah sudah yakin dan siap menghadapi konsekuensi sebagai istri tentara, kenapa tertarik satu sama lain hingga pertanyaan mengenai rukun islam, cara beribadah, hafalan surat, dll. Pada prinsipnya, di bagian ini kita diberi pengarahan tentang kehidupan berumah tangga dari segi keagamaan maupun kehidupan kemiliteran yang nantinya akan dialami sebagai istri/pasangan seorang tentara yang harus siap setiap saat untuk bertugas.

Intinya sih, kita harus mempersiapkan fisik dan mental pada saat menjalankan prosedur ini di kantor calon pasangan hidup kita. Siap fisik karena kita akan mondar-mandir untuk menghadap ke beberapa pejabat yang terkait. Mental juga harus siap khususnya kita harus sabar, karena tidak jarang kita harus menunggu pejabat yang terkait karena belum tentu yang berwenang 'available' ketika kita akan menghadap. Apabila ternyata yang bersangkutan tidak ditempat, mau tidak mau kita harus kembali di hari lainnya. Kita juga tentunya akan diperkenalkan dengan rekan-rekan kantor pasangan kita, so don't forget to smile. :)

Mungkin itu dulu yang bisa saya ceritakan kali ini. Alhamdulillah proses ini sudah saya dan calon suami jalani dengan lancar. So, let's prepare for the next step. :D

Kamis, 25 Juli 2013

Introducing VoorU

Aloha..
Lama banget euy nggak blogging.. Now, I'm back..

Eh, judulnya introducing VoorU? Apaan tuh?

Jeng.. jeng.. jeng..


Bismillahirrohmanirrohiim.
Alhamdulillah. Jadi akhirnya, setelah sekian lama bersemedi, hari ini VoorU resmi diluncurkan ke pasaran. Sejak sekitar setahun yang lalu, waktu statusnya masih mahasiswa, sebenernya udah pingin banget ngeluncurin produk ini. Tapi eh tapi, akhirnya malah jadi bagi-bagi ke sodara dan temen2 atau malah dipake sendiri. Tapi, berhubung kalo plan aja tanpa action itu nggak berguna, ya let's try now.

Nah, produk-produk VoorU ini konsepnya adalah cute and colorful. Jadi isinya adalah benda2 lucu nan imut dan berwarna warni. Walaupun kata ibu, selera saya itu terlalu ngejreng, tapi nggak papa lah ya, siapa tau juga diluaran sana ada yang seleranya serupa sama saya. Hehe.

Koleksi pertama dari VoorU adalah Basic Pencil Pouch alias tempat pensil yang berwarna-warni. Dan temanya kali ini adalah emoticon. Nah, jadi koleksi yang pertama ini terdiri dari 3 macam, yaitu Cat, Poker Face dan Excited. Seperti apa penampakannya? Ini dia..


Kalo penasaran, langsung aja kunjungin blognya VoorU.
Rencananya sih nantinya, akan dibuat semacam online store gitu. Tapi masih proses lah. Can't wait to see the respond and getting ready for the next collection.

Have a nice day. :)

Rabu, 24 April 2013

Bank Syariah vs Bank Konvensional

Oke, yang bakal saya tulis bukanlah pembahasan mendalam di bidang ekonomi. Ini hanya tulisan seorang nasabah bank biasa.
***
Ketika masih duduk di bangku SD, saya mulai mengenal Bank. Saat itu saya dibukakan rekening di salah satu bank yang cukup ternama, dengan pengampu Ibu saya (karena saat itu saya belum punya identitas sendiri). Saat smp, ketika saya sudah memiliki kartu pelajar, saya mendaftarkan diri sebagai salah satu nasabah di bank konvensional yang lain. Di bank yang ternama di Indonesia ini, walaupun sifatnya hanya sebagai tempat transit uang sementara, saya mendapatkan banyak kemudahan. ATM yang tersebar dimana-mana, diterimanya kartu debit bank tersebut sebagai alat pembayaran di berbagai tempat, kemudahan dalam melakukan transaksi melalui internet banking, dan lain sebagainya.

Kemudian muncullah Bank Syariah di Indonesia. Bank syariah adalah bank yang pengelolaannya berpegang pada prinsip ekonomi islam. So, dalam bank syariah tidak mengenal bunga bank, yang ada yaitu bagi hasil.
Berdasarkan artikel di wikipedia, inilah perbedaan antara bank syariah dan bank konvensional:

Bank Syariah
  • Melakukan hanya investasi yang halal menurut hukum Islam
  • Memakai prinsip bagi hasil, jual-beli, dan sewa
  • Berorientasi keuntungan dan falah (kebahagiaan dunia dan akhirat sesuai ajaran Islam)
  • Hubungan dengan nasabah dalam bentuk kemitraan
  • Penghimpunan dan penyaluran dana sesuai fatwa Dewan Pengawas Syariah

Bank Konvensional
  • Melakukan investasi baik yang halal atau haram menurut hukum Islam
  • Memakai perangkat suku bunga
  • Berorientasi keuntungan
  • Hubungan dengan nasabah dalam bentuk kreditur-debitur
  • Penghimpunan dan penyaluran dana tidak diatur oleh dewan sejenis

Hari ini saya telah resmi menjadi salah satu nasabah Bank Syariah. Terlepas dari sistem pengelolaan keuangan yang sesuai dengan prinsip islam yang tentunya lebih sesuai dengan syariah, saya masih merasakan bahwa pelayanan atau fasilitas yang ditawarkan oleh Bank Syariah masih minim bila dibandingkan dengan Bank Konvensional. Tentu saja, sebagai umat islam, saya sangat sepakat dan mendukung dengan adanya sistem perbankan syariah ini. Namun, sebagai nasabah, jika saya diharuskan untuk memilih produk tabungan yang ditawarkan, saya akan lebih memilih produk yang ditawarkan oleh bank konvensional karena fasilitas dan kemudahan yang ditawarkan. So, saya yang tadinya berminat beralih ke bank syariah seutuhnya malah jadi tetap mempertahankan rekening saya di bank yang lama. Hmm. Biaya administrasi bulanannya malah jadi double deh. But it's okay, saya tetap berusaha mendukung perkembangan bank syariah di Indonesia.

Oleh karenanya, sebaiknya Bank Syariah di Indonesia khususnya bisa dapat lebih meningkatkan pelayanannya kepada nasabah, agar perkembangan perekonomian berbasis syariah di Indonesia bisa tumbuh dengan lebih cepat, dan nasabah bank konvensional pun tidak ragu untuk pindah ke bank syariah. :D

Sabtu, 13 April 2013

Jumat, 12 April 2013

Lesson from Bali

Bali is one of my favorite island. Except for the traffic and the pork, I almost love everything. In Bali, you'll find that Bali's people really love their tradition. Hindu's tradition is very strong there. Everyday, people pray and put the 'sesajen' everywhere, at their house, office, street, temple, etc. Their beliefs has been ingrained with their life, their soul.


It happen also for its art and culture. In Bali, we can easily find art and culture center. Everyday, they held a traditional dance show. I know that not all Balinese people can dance, but sometimes I feel like they all can. It's different here, in Java. Yes, of course Java also have art and culture center. But, it's not easily found nowadays. And, there just a few people who cares about it. Hmm, I feel a little bit ashamed because I'm lacking knowledge of my own culture.



Beside that, Balinese people are very nice and friendly. They realized that the attractiveness of Bali is on its tourism side. That's why they create a good atmosphere for the tourist. And, it works for me. :)

Bali is famous for its beaches, but it also have mountains.





On my last night in Bali, I saw a young man with the traditional uniform. I ask him whether they are praying everyday, because I saw people going to the temple with that kind of uniform everyday. And I got an unexpectable answer from that young man. "No, everytime". A simple answer that makes me contemplate.

Going to Bali for me is not only a great vacation, but also a great lesson. Learning to love our culture, nature and learning to make myself better than before.