Belakangan ini, kalau saya menelusuri media sosial, khususnya Threads, saya menemukan banyak (bukan satu atau 2 saja) postingan baik itu dokter, dokter gigi bahkan dokter spesialis yang "curhat" mengenai profesinya. Kalau saya ambil kesimpulan "kasar", banyak yang merasa profesinya tersebut terkadang kurang dihargai, khususnya terkait ketidakseimbangan "risiko" profesi terhadap "materi" sebagai timbal balik jasa yang diberikan.
Memutuskan untuk memiliki profesi sebagai tenaga medis, baik dokter maupun dokter gigi apalagi yang sudah spesialis pastinya ada intensi untuk dapat mengaplikasikan ilmunya agar dapat bermanfaat bagi orang lain. Menolong orang lain. Namun, tentunya sebagai individu, kita semua pasti berharap memiliki sebuah profesi yang dapat memberikan kesejahteraan bagi diri dan keluarga.
Dokter dan Dokter Gigi (apalagi spesialis) dipandang sebagai profesi yang "wah" dari segi materi. Orang dengan profesi tersebut dianggap berkecukupan. Bayangkan saja, kuliahnya membutuhkan biaya, waktu serta kinerja otak dan mental yang "maksimal". So, pasti kalau sudah lulus dan bekerja pasti incomenya besar. Mungkin itu yang orang-orang bayangkan.
Kenyataannya? Ternyata masih banyak yang curhat di media sosial dan diamini banyak komentar netizen dengan profesi yang sama.
Oh. Tentu nggak semuanya sih. Ada juga yang kesejahteraannya sesuai dengan ekspektasi kebanyakan orang.
What I'm trying to say is job security masih perlu untuk ditingkatkan. Bahkan Noble Job saja masih belum secure in certain way.
What can we do?
At least for yourself, we need to keep upgrading and updating our knowledge and skills, always be grateful and it's also important for us to learn financial management and planning.
Bersyukur adalah hal yang penting terutama bagi seorang muslim.
Tetap semangat untuk kita semua. Apapun profesimu, semoga membawa kebahagiaan dan keberkahan, baik untukmu, keluargamu dan orang-orang disekitarmu. Iya. Kamu.